Agama Islam, Kesehatan, Pembelajaran Matematika Berbasis IT, Pengetahuan, Task

Artikel Menelisik Fakta Manfaat Gerakan Shalat untuk Kesehatan

Shalat bagi kita sebagai orang Islam tidaklah asing. Sebab shalat bagi kita diwajibkan sehari semalam untuk melakukannya sebanyak 5 kali yaitu shalat Isya, shubuh, zhuhur, ashar dan maghrib. Hal itu juga merupakan sebuah akronim dari kata ISLAM. Perintah shalat merupakan oleh-oleh Nabi Muhammad setelah melaksanakan perjalanan Isra Miraj. Pada awalnya umat Nabi Muhammad diperintahkan untuk melaksanakan shalat sehari semalam 50 kali. Setelah Nabi Muhammad meminta keringanan, akhirnya diputuskan menjadi 5 kali sehari semalam. Kita sebagai hamba Allah sudah semestinya perintah shalat itu tidaklah menjadi beban untuk kita. Namun hal itu seharusnya menjadi kebutuhan sebagai eksistensi hamba dalam bersyukur kepada-Nya. Shalat juga merupakan media komunikasi hamba dengan sang pencipta.

A. Pengertian/Definisi/Ta’rif Shalat

Shalat secara bahasa/lughoh/etimologi adalah doa sedangkan secara istilah/syari’ah/ terminologi adalah suatu pekerjaan yang dimulai dengan takbir (takbiratul ihram) diakhiri dengan salam. Para ahli fiqh mengartikan shalat secara lahir dan hakiki sebagai berikut :

  1. Menurut Sidi Gazalba : secara lahiriah shalat berarti ‘beberapa ucapan dan perbuatan yang dimulai dengan takbir dan diakhiri dengan salam, yang dengannya kita beribadah kepada Allah menurut syarat-syarat yang telah ditentukan.
  2. Menurut Hasbi Asy-syidiqi : secara hakiki shalat ialah berhadapan hati, jiwa dan raga kepada Allah, secara yang mendatangkan rasa takut kepadaNya atau mendhahirkan hajat dan keperluan kita kepada Allah yang kita sembah dengan perkataan dan perbuatan.
  3. Menurut Imam Basyahri Assayuthi : shalat ialah salah satu sarana komunikasi antara hamba dengan Tuhannya sebagai bentuk ibadah yang di dalamnya merupakan amalan yang tersusun dari beberapa perkataan dan perbuatan yang diawali dengan takbir dan diakhiri dengan salam, serta sesuai dengan syarat dan rukun yang telah ditentukan syara.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa shalat adalah suatu pekerjaan yang diperintahkan oleh Allah terhadap hambanya yang dimulai dengan takbiratul ihram dan diakhiri dengan salam. Syarat -syarat Shalat sebagai berikut:

  1. Beragama islam.
  2. Sudah baligh dan berakal.
  3. Suci dari hadats baik hadats kecil maupun besar.
  4. Suci seluruh anggota badan pakaian dan tempat.
  5. Menutup aurat.
  6. Masuk waktu yang telah ditentukan.
  7. Menghadap kiblat.
  8. Mengetahui mana rukun wajib dan sunah.

B. Rukun Shalat

Rukun shalat adalah setiap bagian shalat yang apabila ketinggalan salah satunya dengan sengaja atau karena lupa maka shalatnya batal (tidak sah).

  1. Berdiri bagi yang mampu, bila tidak mampu berdiri maka dengan duduk, bila tidak mampu duduk maka dengan berbaring secara miring atau telentang.
  2. Takbiratul Ihram  ketika memulai shalat.
  3. Membaca Al Fatihah.
  4. Rukuk.
  5. I’tidal.
  6. Sujud.
  7. Bangun dari sujud.
  8. Duduk di antara dua sujud.
  9. Tuma’ninah dalam setiap rukun
  10. Tasyahud Akhir.
  11. Duduk Tasyahud Akhir.
  12. Shalawat atas Nabi pada Tasyahud Akhir.
  13. Tertib pada setiap rukun.
  14. Salam.

C. Yang Membatalkan Shalat

  1. Berhadats.
  2. Terkena Najis yang tidak dimaafkan.
  3. Berkata-kata dengan sengaja diluar bacaan shalat.
  4. Terbuka auratnya.
  5. Mengubah niat misalnya ingin memutuskan shalat (niat berhenti shalat) atau menggantungkan niat shalat contoh kalau ada orang datang barangkali mau mengambil sandal saya maka nanti saya akan berhenti.
  6. Makan atau /minum walau sedikit.
  7. Bergerak tiga kali berturut-turut, di luar gerakan shalat.
  8. Membelakangi kiblat.
  9. Menambah rukun yang berupa perbuatan, seperti menambah rukuk, sujud atau lainnya dengan sengaja.
  10. Tertawa terbahak-bahak
  11. Mendahului Imam dua rukun.
  12. Murtad atau keluar dari Islam.

D. Dalil Shalat

Dalil yang mewajibkan shalat banyak sekali, baik dalam Alquran maupun dalam Hadits nabi Muhammad SAW. Dalil Ayat-ayat Alquran yang mewajibkan shalat antara lain yang artinya berbunyi :“Dan dirikanlah Shalat, dan keluarkanlah Zakat, dan ruku’lah bersama-sama orang yang ruku”(QS.Al Baqarah : 43)“Kerjakanlah shalat, sesungguhnya shalat mencegah perbuatan yang jahat dan mungkar” (QS. Al-Ankabut : 45) Perintah shalat ini hendaklah ditanamkan dalam hati dan jiwa kita sebagai orang Islam dan anak-anak kita dengan cara pendidikan yang cermat, dan dilakukan sejak kecil sebagaimana tersebut dalam hadits Nabi Muhammad SAW :“Perintahkanlah anak-anakmu mengerjakan shalat diwaktu usia mereka meningkat tujuh tahun, dan pukulah (kalau mereka enggan melasanakan shalat) diwaktu usia mereka meningkat sepuluh tahun”. (HR.Abu Dawud).Perlu kami sampaikan bahwa gerakan–gerakan shalat adalah gerakan paling proporsional bagi anatomi tubuh manusia. Bahkan dari sisi medis, shalat adalah gudangnya obat dari berbagai macam penyakit. Sehingga pantas kalau ada orang mengatakan bahwa shalat itu sebagai media olah raga yang bersifat jasmani dan rohani. Pendapat ini bisa diterima karena semua gerakan shalat itu mengandung unsur kesehatan. Dan jika seseorang mengalami gangguan penyakit atau kondisinya kurang sehat, maka tidak dapat melakukan shalat dengan baik dan benar. Dengan demikian apabila shalat itu dilakukan dengan baik dan benar sesuai dengan tuntunan yang telah digariskan, maka akan sangat berpengaruh terhadap kesehatan secara menyeluruh baik pisik maupun psikis. Hal ini telah dilakukan penelitian oleh dokter A. Saboe. Dia adalah seorang dokter muslim yang taat yang ingin membuktikan kebenaran ajaran Islam, khususnya masalah gerakan shalat dari awal hingga akhir. Dalam bahasa orang awam pati-patiya di perintah oleh Allah SWT, shalat pasti ada manfaatnya.

Berikut Ini Fakta Manfaat Gerakan Shalat Untuk Kesehatan Fisik Adalah :

1.Takbiratul Ihram.

Posisi: berdiri tegak, mengangkat kedua tangan sejajar telinga, lalu melipatnya di depan perut atau dada bagian bawah.Manfaat: Gerakan ini melancarkan aliran darah, getah bening (limfe) dan kekuatan otot lengan. Posisi jantung di bawah otak memungkinkan darah mengalir lancar ke seluruh tubuh. Saat mengangkat kedua tangan, otot bahu meregang sehingga aliran darah kaya oksigen menjadi lancar. Kemudian kedua tangan didekapkan di depan perut atau dada bagian bawah. Sikap ini menghindarkan dari berbagai gangguan persendian, khususnya pada tubuh bagian atas.

2. Ruku.

Posisi: Ruku yang sempurna ditandai tulang belakang yang lurus sehingga bila diletakkan segelas air di atas punggung tersebut tak akan tumpah. Posisi kepala lurus dengan tulang belakang.Manfaat: Posisi ini menjaga kesempurnaan posisi dan fungsi tulang belakang (corpus vertebrae) sebagai penyangga tubuh dan pusat syaraf. Posisi jantung sejajar dengan otak, maka aliran darah maksimal pada tubuh bagian tengah. Tangan yang bertumpu di lutut berfungsi relaksasi bagi otot – otot bahu hingga ke bawah. Selain itu, ruku merupakan wahana latihan bagi kemih untuk mencegah gangguan prostat.Menghindarkan diri dari berbagai penyakit tulang belakang, seperti :

  • Acute Lumbargo ; sengal (rasa sakit) pinggang mendadak.
  • Cronic Recurant ; sengal (rasa sakit) pinggang menahun.
  • Spondilosis ; tergelincirnya ruas tulang belakang.

3. I’tidal.

Posisi: Bangun dari ruku, tubuh kembali tegak setelah, mengangkat kedua tangan setinggi telinga.Manfaat: Itidal adalah variasi Posisi setelah ruku dan sebelum sujud. Gerak berdiri bungkuk berdiri sujud merupakan latihan pencernaan yang baik. Organ-organ pencernaan di dalam perut mengalami pemijatan dan pelonggaran secara bergantian. Efeknya, pencernaan menjadi lebih lancar.

4. Sujud.

Posisi: Menungging dengan meletakkan kedua tangan, lutut, ujung kaki, dan dahi pada lantai.Manfaat: Aliran getah bening dipompa ke bagian leher dan ketiak. Posisi jantung di atas otak menyebabkan darah kaya oksigen bisa mengalir maksimal ke otak. Karena otak adalah pusat susunan syaraf, maka terpenuhi atau tidaknya kebutuhan darah di otak akan banyak berpengaruh terhadap seluruh tubuh. Karena itu, lakukan sujud dengan tuma’ninah, jangan tergesa – gesa agar darah mencukupi kapasitasnya di otak. Posisi ini juga menghindarkan gangguan wasir. Khusus bagi wanita, baik rukuk maupun sujud memiliki manfaat luar biasa bagi kesuburan dan kesehatan organ kewanitaan.

5. Duduk.

Posisi: Duduk ada dua macam, yaitu iftirosy ( tahiyyat awal ) dan tawarruk ( tahiyyat akhir ). Perbedaan terletak pada posisi telapak kaki.Manfaat: Saat iftirosy, kita bertumpu pada pangkal paha yang terhubung dengan syaraf nervus Ischiadius. Posisi ini menghindarkan nyeri pada pangkal paha yang sering menyebabkan penderitanya tak mampu berjalan. Duduk tawarruk sangat baik bagi pria sebab tumit menekan aliran kandung kemih ( urethra ), kelenjar kelamin pria ( prostata ) dan saluran vas deferens. Jika dilakukan. dengan benar, Posisi irfi mencegah impotensi. Variasi posisi telapak kaki pada iftirosy dan tawarruk menyebabkan seluruh otot tungkai turut meregang dan kemudian relaks kembali. Gerak dan tekanan harmonis inilah yang menjaga. kelenturan dan kekuatan organ – organ gerak kita.

6. Salam.

Gerakan: Memutar kepala ke kanan dan ke kiri secara maksimal.Manfaat: Relaksasi otot sekitar leher dan kepala menyempurnakan aliran darah di kepala. Gerakan ini mencegah sakit kepala dan menjaga kekencangan kulit wajah.

Manfaat Shalat Terhadap Mental Bagi Pelaku Shalat Adalah :

  1. Mendidik manusia agar taat kepada pimpinan yang memberi komando, karena setelah mendengar adzan dikumandangkan, kita disunnahkan bersegera menuju masjid / mushalla untuk menunaikan shalat berjamaah.
  2. Mendidik manusia agar memiliki kedislipinan yang tinggi dalam melaksanakan tugas yang dipikulkan kepadanya, karena shalat telah diaturkan waktunya secara jelas.
  3. Mendidik manusia untuk memiliki sikap optimis dalam menyongsong masa depan, karena inti ibadah itu adalah doa, yaitu harapan atau permohonan kepada Allah SWT yang mengatur segala-galanya.
  4. Menentramkan jiwa, karena dengan shalat seseorang akan merasa senantiasa dekat dengan Allah. Hal ini dapat dipahami karena dengan shalat berarti berdzikir, sedangkan berdzikir kepada Allah akan membuahkan ketentraman hati. Sebagaimana firman Allah :”Ketahuilah hanya dengan berdzikir kepada Allah hati akan tentram”.(Q.S.Ar Ro’du : 28).
  5. Mendorong manusia berani menghadapi problematika kehidupan dengan hati sabar dan tabah. Semua problematika kehidupan dihadapi dan disadarinya sebagai ujian dari Allah yang perlu diterima untuk menguji mentalnya, serta iman dan takwanya.
  6. Mendidik manusia agar bersikap sportif dan gentleman untuk mengakui kesalahan dan dosanya, karena dengan shalat merupakan kesempatan yang sangat baik untuk memohon ampunan kepada Allah swt. atas segala kesalahan dan dosa-dosanya yang telah dilakukan.
  7. Menghindarkan manusia dari berbuat keji dan munkar (jahat). Jika shalat dilakukan dengan sepenuh hati, dengan sikap tunduk dan tawadlu’ (rendah hati) serta hati yang patuh, maka akan mendorong pelakunya untuk membentengi dirinya dari perbuatan buruk dan jahat. Firman Allah swt. :”Sesungguhnya shalat itu dapat mencegah diri dari perbuatan keji (buruk) dan munkar (jahat)”(Q.S. Ankabut : 45)

sumber:
https://www.dakwatuna.com/2015/07/30/72434/menelisik-fakta-manfaat-gerakan-shalat-untuk-kesehatan/#axzz5nPPFsCV1

Agama Islam, education, Pembelajaran Matematika Berbasis IT, Pengetahuan, Task

Hubungan Matematika dan Al-Qur’an

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Tulisan ini berupaya mematahkan anggapan bahwa matematika adalah ilmu umum yang lepas dari agama dan anggapan bahwa agama lepas dari matematika. Beberapa fakta sederhana akan disajikan dalam tulisan ini, yang akan menjelaskan bahwa agama (khususnya Al Qur‟an) juga berbicara tentang matematika.

A. Pengertian Matematika

Secara bahasa (lughawi), kata “matematika” berasal dari bahasa Yunani yaitu “mathema” atau mungkin juga “mathematikos” yang artinya hal-hal yang dipelajari. Bagi orang Yunani, matematika tidak hanya meliputi pengetahuan mengenai angka dan ruang, tetapi juga mengenai musik dan ilmu falak (astronomi). Nasoetion (1980:12) menyatakan bahwa matematika berasal dari bahasa Yunani “mathein” atau “manthenein” yang artinya “mempelajari”. Orang Belanda, menyebut matematika dengan wiskunde, yang artinya ilmu pasti. Sedangkan orang Arab, menyebut matematika dengan ‘ilmu al hisab, artinya ilmu berhitung.

Di Indonesia, matematika disebut dengan ilmu pasti dan ilmu hitung. Sebagian orang Indonesia memberikan plesetan menyebut matematika dengan “mati-matian” atau “mate’mate’an”, karena sulitnya mempelajari matematika. Sedangkan secara istilah, sampai saat ini belum ada definisi yang tepat mengenai matematika. Meskipun sukar untuk menentukan definisi yang tepat untuk matematika, namun pada dasarnya terdapat sifat-sifat yang mudah dikenali pada matematika. Ciri khas matematika yang tidak dimiliki pengetahuan lain adalah (1) merupakan abstraksi dari dunia nyata, (2) menggunakan bahasa simbol, dan (3) menganut pola pikir deduktif.

B. Pengertian Al-Quran

Ditinjau dari segi bahasa (Etimologi), Al Qur’an berasal dari bahasa arab, yaitu bentuk jamak dari kata benda (masdar) dari kata kerja qara’a – yaqra’u – qur’anan yang berarti bacaan atau sesuatu yang dibaca berulang-ulang. Konsep pemakaian kata tersebut dapat dijumpai pada salah satu surah al Qur’an yaitu pada surat al Qiyamah ayat 17 – 18.

Sedangkan dari segi terminology (istilah Islam), al Qur’an diartikan sebagai kalm Allah swt, yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw sebagai mukjizat, disampaikan dengan jalan mutawatir dari Allah swt sendiri dengan perantara malaikat jibril dan mambaca al Qur’an dinilai ibadah kepada Allah swt. Al Qur’an adalah murni wahyu dari Allah swt, bukan dari hawa nafsu perkataan Nabi Muhammad saw. Al Qur’an memuat aturan-aturan kehidupan manusia di dunia. Al Qur’an merupakan petunjuk bagi orang-orang yang beriman dan bertaqwa. Di dalam al Qur’an terdapat rahmat yang besar dan pelajaran bagi orang-orang yang beriman. Al Qur’an merupakan petunjuk yang dapat mengeluarkan manusia dari kegelapan menuju jalan yang terang.

C.     Matematika dalam Al-Qur’an

1.      Himpunan

Himpunan didefinisikan sebagai kumpulan objek-objek yang terdefinisi dengan jelas (well defined) (Bush & Young, 1873:2). Objek yang dimaksud dalam definisi tersebut mempunyai makna yang sangat luas. Objek dapat berwujud benda nyata dan dapat juga berwujud benda abstrak.

            Konsep himpunan, relasi himpunan, dan operasi himpunan ternyata juga dibicarakan dalam Al-Qur’an meskipun tidak eksplisit.  Perhatikan firman Allah SWT dalam Al-Qur’an surat Al-Faathir ayat 1 yang menjelaskan sekelompok, segolongan atau sekumpulan makhluk yang disebut malaikat. Dalam kelompok malaikat tersebut terdapat kelompok malaikat yang mempunyai dua sayap, tiga sayap, atau empat sayap. Perhatikan juga firman Allah SWT dalam Al-Qur’an surat An-Nuur ayat 45 yang menjelaskan sekelompok, segolongan, atau sekumpulan makhluk yang disebut hewan. Dalam kelompok hewan tersebut ada sekelompok yang berjalan tanpa kaki, dengan dua kaki, empat, atau bahkan lebih sesuai yang dikehendaki Allah.

            Berdasarkan dua ayat tersebut, yaitu QS Al-Fathir ayat 1 dan QS An-Nuur ayat 45, terdapat konsep matematika yang terkandung di dalamnya yaitu kumpulan objek-objek yang mempunyai ciri-ciri yang sangat jelas. Inilah yang dalam matematika dinamakan dengan himpunan.

2.      Bilangan dan Operasinya

Dalam Al-Quran disebutkan sebanyak 38 bilangan berbeda. Dari 38 bilangan tersebut, 30 bilangan merupakan bilangan asli dan 8 bilangan merupakan bilangan pecahan (rasional). 30 bilangan asli yang disebutkan dalam Al-Qur’an adalah

1 (Wahid)                       11 (Ahada Asyarah)        99 (Tis’un wa Tis’una)

2 (Itsnain)                       12 (Itsna Asyarah)           100 (Mi’ah)

3 (Tsalats)                      19 (Tis’ata Asyar)            200 (Mi’atain)

4 (Arba’)                        20 (‘Isyrun)                      300 (Tsalatsa Mi’ah)

5 (Khamsah)                  30 (Tsalatsun)                  1000 (Alf)

6 (Sittah)                        40 (‘Arba’un)                   2000 (Alfain)

7 (Sab’a)                        50 (Khamsun)                  3000 (Tsalatsa Alf)

8 (Tsamaniyah)              60 (Sittun)                        5000 (Khamsati Alf)

9 (Tis’a)                          70 (Sab’un)                      50000 (Khamsina Alf)

10 (‘Asyarah)                 80 (Tsamanun)                10000 (Mi’ati Alf),

Sedangkan 8 bilangan rasional yang disebutkan dalam Al-Qur’an adalah

 (Tsulutsa); (Nishf);  (Tsuluts);  (Rubu’);  (Khumus);  (Sudus);  (Tsumun); dan  (Mi’syar)

Mengenai relasi bilangan dalam Al-Qur’an, perhatikan firman Allah SWT dalam Al-Qur’an surat Ash-Shaffaat ayat 147 yang menjelaskan bahwa nabi Yunus diutus kepada umat yang jumlahnya 100000 orang atau lebih. Secara matematika, jika umat nabi Yunus sebanyak x orang, maka x sama dengan 100000 atau x lebih dari 100000. Dalam bahasa matematika, dapat ditulis

x = 100000      atau     x > 100000.

Tulisan tersebut dapat diringkas menjadi

x ≥ 100000.

             Masih terdapat beberapa ayat dalam Al-Qur’an yang menyebutkan relasi bilangan. Relasi bilangan dalam Al-Qur’an, disebutkan dalam beberapa redaksi, misalnya, Adnaa (kurang dari), Aktsara (lebih dari), dan Fauqa (lebih dari).

Selain berbicara bilangan dan relasi bilangan, ternyata Al-Qur’an juga berbicara tentang operasi hitung dasar pada bilangan. Operasi hitung dasar pada bilangan yang disebutkan dalam Al-Qur’an adalah operasi penjumlahan, pengurangan, dan pembagian.

3.      Pengukuran

            Mengukur secara sederhana dapat diartikan sebagai membandingkan sesuatu dengan sesuatu yang lain. Salah satunya disebut objek yang diukur dan satunya lagi disebut alat ukur. Alat ukur pada akhirnya berkaitan dengan satuan ukur. Ketika seseorang mengukur panjang tongkat menggunakan pensil, maka akan diperoleh misalnya panjang tongkat sama dengan 7 kali panjang pensil. Tongkat adalah objek yang diukur, sedangkan pensil adalah alat ukur dan pada akhirnya menjadi satuan ukur.

            Al-Qur’an diturunkan sekitar abad ke-6 Masehi, yang pada saat itu belum ditetapkan satuan-satuan baku untuk pengukuran. Dengan demikian, jika Al-Qur’an berbicara masalah pengukuran, maka satuan ukur yang digunakan adalah satuan-satuan tradisional yang berlaku saat itu, khususnya di daerah Mekah dan Madinah. Berdasarkan kajian penulis, ternyata Al-Qur’an juga berbicara tentang pengukuran. Pengukuran yang disebutkan dalam Al-Qur’an meliputi pengukuran panjang (jarak), waktu, luas, berat, dan kecepatan. Bahkan al-Qu’ran juga berbicara operasi yang melibatkan satuan ukur.

4.      Statistika dalam Al-Qur’an

Statistika adalah cabang matematika yang berkaitan dengan pengumpulan data, pengolahan data, panyajian data, analisis data, dan penarikan kesimpulan. Suatu kegiatan utama dalam statistik adalah pengumpulan data. Dalam masalah mengumpulkan data yaitu mencatat atau membukukan data, Al-Qur’an juga membicarakannya. Perhatikan Al-Qur’an surat Al-Kahfi ayat 49, Az-Zukhruf ayat 80, Al-Jaatsiyah ayat 29, dan Al-Qamar ayat 52.

Selain kegiatan mengumpulkan data, statistika juga sangat memperhatikan ketelitian. Dalam Al-Qur’an surat Maryam ayat 94 disebutkan

لَقَدۡ اَحۡصٰہُمۡ وَ عَدَّہُمۡ عَدًّا

Artinya:   Sesungguhnya Allah telah menentukan jumlah mereka dan menghitung mereka dengan hitungan yang teliti..

Al-Qur’an sendiri telah memberikan bukti konkret tentang statistika. Dalam Al-Qur’an terdapat keajaiban statistik (statistical miracle) dalam penyebutan kata. Terdapat ketelitian dan keseimbangan dalam jumlah penyebutan suatu kata dikaitkan dengan sinonim, antonim, akibat, penyebab, atau bahkan dengan realitas kehidupan sehari-hari.

5.      Estimasi dalam Al-Qur’an

Perhatikan firman Allah SWT dalam Al-Qur’an surat Ash-Shaffaat ayat 147.

وَأَرْسَلْنَاهُ إِلَىٰ مِائَةِ أَلْفٍ أَوْ يَزِيدُونَ

Referensi: https://tafsirweb.com/8269-surat-as-saffat-ayat-147.html

Artinya:  Dan Kami utus dia kepada seratus ribu orang atau lebih.

Pada QS Ash-Shaffat ayat 147 tersebut dijelaskan bahwa nabi Yunus diutus kepada umatnya yang jumlahnya 100000 orang atau lebih. Jika membaca ayat tersebut secara seksama, maka terdapat rasa atau kesan ketidakpastian dalam menentukan jumlah umat nabi Yunus. Mengapa harus menyatakan 100000 atau lebih? Mengapa tidak menyatakan dengan jumlah yang sebenarnya? Bukankah Allah SWT maha mengetahui yang gaib dan yang nyata? Bukankah Allah SWT maha mengetahui segala sesuatu, termasuk jumlah umat nabi Yunus? Jawaban terhadap pertanyaan tersebut adalah “inilah contoh estimasi (taksiran)”.

C.     Memaknai Matematika secara Islami

1.      Bilangan Asli dan Manusia Asli

            Jika diperhatikan dan dicermati dari kebutuhan manusia pada penggunaan bilangan maka akan diperoleh bahwa bilangan yang dikenal pertama kali adalah bilangan asli. Dari bilangan asli kemudian berkembang menjadi bilangan cacah, bilangan bulat, rasional, real, dan kemudian bilangan kompleks. Leopold Kronecker seorang matematikawan Jerman diduga pernah mengatakan ”Tuhan yang menciptakan bilangan asli, dan kita hanya mengembangkannya”.

Sekarang akan digunakan pandangan sebaliknya, bahwa himpunan bilangan yang ada pertama kali adalah himpunan bilangan kompleks C. Bilangan yang sangat rumit dan di dalamnya dikenal bilangan positif dan negatif. Dari bilangan kompleks C inilah kemudian dipilih bilangan yang tidak memuat unsur imajiner, yaitu bilangan kompleks yang berbentuk a + 0i. Bilangan ini kemudian dikenal dengan bilangan real. Dalam himpunan bilangan real R masih dikenal bilangan positif dan negatif. Dari bilangan real kemudian dipilih bilangan yang bersifat rasional saja, sedangkan yang irrasional disisihkan, yang menghasilkan himpunan bilangan rasional Q. Dari himpunan bilangan rasional Q dipilih bilangan yang bukan pecahan, yang menghasilkan himpunan bilangan bulat Z. Pada himpunan bilangan bulat Z masih terdapat bilangan positif, nol, dan negatif. Selanjutnya, pada himpunan bilangan bulat Z dilakukan pemilihan lagi dengan menyisihkan bilangan negatif sehingga dihasilkan himpunan bilangan cacah W. Dari bilangan cacah W inilah dipilih bilangan-bilangan yang positif saja dan akhirnya diperoleh himpunan bilangan asli N.

Dengan pola pikir seperti ini, maka dapat disimpulkan bahwa:

a.         bilangan asli merupakan hasil seleksi secara bertahap dari himpunan bilangan kompleks.

b.         himpunan bilangan asli hanya memuat bilangan-bilangan positif.

c.         semua bilangan asli masih termasuk bilangan cacah, bulat, rasional, real, dan kompleks.

d.         tidak semua bilangan cacah, bulat, rasional, real, dan kompleks merupakan bilangan asli.

Jika dilakukan perumpamaan atau analogi kasar, maka manusia asli, natural, atau mungkin fitrah mempunyai ciri-ciri sebagai berikut.

a.         merupakan manusia biasa (tetap manusia kompleks)

b.         merupakan manusia yang jelas, tidak imajiner.

c.         merupakan manusia yang rasional, bukan yang irrasional.

d.         merupakan manusia yang utuh (bulat), bukan yang pecahan.

e.         merupakan manusia yang tidak sia-sia atau nol serta tidak melakukan hal yang sia-sia, bukan yang nol.

f.           merupakan manusia yang bersifat positif dan gemar melakukan hal yang positif, bukan yang negatif.

2.      Bilangan Prima dan Manusia Prima 

            Himpunan bilangan asli terbagi menjadi tiga kelompok, yaitu 1, bilangan prima, dan bilangan komposit.  Sekarang akan dikaji makna bilangan prima secara matematika. Perhatikan Tabel 1.1 berikut untuk melihat perbedaan bilangan prima dan bilangan komposit.

Tabel 1.1 Perbandingan Bilangan Prima dan Komposit Berdasar Pembaginya

Berdasarkan Tabel 1.1 tersebut terlihat bahwa ketika bilangan prima difaktorkan dan faktornya dijejer mulai yang terkecil sampai yang terbesar akan diperoleh bilangan prima tersebut selalu berdekatan dengan 1. Tidak ada pembagi lain yang menghalangi bilangan prima itu sendiri dengan 1. Sebaliknya, pada bilangan komposit diperoleh bahwa bilangan itu selalu dihalangi oleh pembagi lain untuk dekat dengan 1. Semakin besar bilangan komposit tersebut, maka penghalang antara bilangan itu dengan 1 cenderung semakin banyak. Jadi, bilangan prima selalu dekat dengan 1, sedangkan bilangan komposit mempunyai penghalang untuk dekat dengan 1.

Jika diadakan analogi, pemaknaan, atau ibarat dengan bilangan prima, maka akan diperoleh manusia prima. Manusia prima adalah manusia yang selalu dekat dengan yang satu, yang esa, dzat yang maha tunggal, yaitu Allah SWT. Bukankah Allah SWT adalah satu.

Manusia prima adalah manusia yang tidak ada penghalang (hijab) antara dirinya dengan Allah SWT. Hati manusia prima selalu terpaut dengan Allah SWT. Tidak ada penyakit dalam hati manusia prima yang dapat menghalangi hubungannya dengan Allah SWT. Hatinya selalu bergetar dengan dzikrullah.

            Bilangan prima faktornya adalah 1 dan bilangan itu sendiri.  sedangkan bilangan prima pada hakikatnya tersusun dari bilangan 1, dan sebenarnya semua bilangan (prima atau komposit) tersusun dari 1. Karena dekatnya dengan 1, maka bilangan prima akan mampu merasakan bahwa dirinya sendiri tersusun dari bilangan 1. Analogi dari hal ini adalah bahwa manusia prima akan merasa bahwa dirinya tidak mampu berbuat apa-apa tanda kehendak Allah SWT. Semua kehendaknya adalah kehendak Allah. Semua tindakannya tercipta juga karena kehendak Allah. Hanya manusia prima yang mampu merasakan ini.

            Bilangan prima tidak lain juga merupakan bilangan asli. Dengan demikian, maka sifat-sifat bilangan asli juga berlaku untuk bilangan prima. Jadi, manusia prima adalah manusia asli dengan sifat-sifat yang khusus, yaitu yang selalu dekat dengan Allah SWT dan merasa bahwa keberadaan dan prilakunya atas kehendak Allah SWT. Dapat disimpulkan bahwa manusia prima adalah

a.       manusia biasa (tetap manusia kompleks)

b.      manusia yang jelas, tidak imajiner.

c.       manusia yang rasional, bukan yang irrasional.

d.      manusia yang utuh (bulat), bukan yang pecahan.

e.       manusia yang tidak sia-sia serta tidak melakukan hal yang sia, bukan yang nol.

f.        manusia yang bersifat positif dan gemar melakukan hal yang positif, bukan yang negatif.

g.       manusia yang dekat dengan Yang Esa.

h.       manusia yang sadar bahwa dirinya tidak ada apa-apanya selain karena kehendak Allah SWT.

Manusia hanya mampu berdoa, memohon, dan mengusulkan nasib dirinya. Oleh karena itu, marilah mengajukan usulan kepada Allah SWT, memanjatkan doa, dan memohon agar kita dijadikan manusia-manusia prima. Manusia yang mempunyai sifat seperti sifat-sifat bilangan prima.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Agama Islam, education, Kesehatan, Pembelajaran Matematika Berbasis IT, Task

Beberapa Manfaat Jilbab Bagi Kesehatan

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Manfaat menggunakan jilbab selain dekat dengan Allah juga akan dekat dengan batin yang bersih. Berhijab merupakan kewajiban bagi setiap muslimah di dunia, karena berhijab merupakan salah satu dari sunnah Rasullullah SAW. dan merupakan syariat agama yang harus dilaksanakan.

Di era sekarang ini, semakin banyak para wanita menggunakan jilbab tanpa tahu manfaat menggunakan jilbab itu sendiri. Kebanyakan dari mereka hanya tahu bahwa memang di anjurkan untuk wanita menggunakan jilbab guna menutupi auratnya dan menjauhi segala maksiat.

Manfaat Menggunakan Jilbab

Image result for gambar manfaat jilbab bagi kesehatan

Berikut adalah manfaat menggunakan jilbab bagi kesehatan dan tentunya juga dalam memperdalam ajaran agama.

1. Menaati Perintah Agama

Berjilbab merupakan salah satu sunnah Rasullullah SAW dalam ajaran islam, artinya ketika menggunakan jilbab kita telah melakukan salah satu sunnah Rasullullah dan mendekatkan diri kepadaNYA.

2. Terhindari dari godaan untuk centil dan tidak sopan

Dengan berjilbab wanita muslimah akan berpikir 100x untuk bersifat centil atau tidak sopan karena beban moral yang ia emban. Bagi muslimah yang serius dalam menggunakan jilbab, bisa dipastikan perbuatan ini semaksimal mungkin dihindari.

3. Laki laki akan merasa segan mengganggu/mengoda anda

Percaya atau tidak ini adalah manfaat menggunakan jilbab yang tidak disadari, namun survei telah menunjukkan bahwa laki-laki cenderung segan untuk menggoda perembuan yang menggunakan jilbab.

4. Menutupi Aurat

Sudah tentu ini adalah manfaat dasar yang akan diperoleh seorang perempuan yang menggunakan jilbab dalam kesehariannya. Dengan menggunakan jilbab anda akan menutupi seluruh aurat yang tidak diperbolehkan dilihat orang lain kecuali suami. Contohnya adalah kekukan dada dan paha.

5. Mencegah sengatan sinar matahari

Sinar matahari yang terik akan mengakibatkan berbagai masalah rambut dan kulit kepala yang mungkin berdampak serius bagi anda. Dengan menggunakan jilbab maka anda akan terlindungi dari masalah tersebut yang artinya tidak perlu menggunakan penutup kepala tambahan lagi.

6. Mencegah Kanker Kulit

Wah.. yang ada dibenak anda pasti “apa hubungannya jilbab dengan kanker” ? Perlu anda ketahui mengenakan pakaian ketat plus terkena sinar matahari dalam waktu lama akan mengakibatkan kulit menderita kanker milanoma. Wanita berjilbab pasti memiliki pakaian yang longgar dan pasti terhindar dari bahaya ini.

7. Menjaga kesehatan rambut

Sinar matahari, depu, polusi, dan berbagai radikal bebas yang terdapat diudara dapat mengakibatkan berbagai masalah serius untuk rambut. Sebut saja ketombe, rambut rontok, rambut bercabang, dan berbagai keluhan lain yang dapat anda atasi dengan menggunakan jilbab. Debu dan polusi merupakan penyebab utama masalah rambut, menggunakan jilbab adalah salah satu solusi praktisnya.

8. Mendidik untuk berperilaku baik

Menggunakan jilbab tidak semata menutupi aurat, melainkan juga untuk menjaga pandangan seorang muslimah agar tetap berprilaku baik sesuai kaidah agama. Yang dimaksud menjaga pandangan disini adalah bagaimana wanita menjaga akhlaknya untuk tidak melakukan sesuatu yang di luar syariat agama Islam. Walaupun banyak yang mengatakan bahwa jilbab bukan jaminan dalam perilaku seseorang, namun jika seseorang telah memiliki niat berhijap, maka ia tentu akan berusaha untuk menjalani perintah agamanya.

9. Menutupi masalah rambut

Secara tidak langsung jika anda memiliki masalah dengan rambut maka anda dapat terbantu, terutama dari sisi pandangan orang sekitar dengan menggunakan jilbab. Sudah tentu masalah tersebut tidak akan mengganggu atau membuat anda minder.

10. Mengurangi biaya perawatan rambut

Ok diluar hal di atas, satu hal yang tidak dapat kita elakkan adalah biaya perawatan rambut yang lebih minim untuk wanita berjilbab. Sebut saja rebonding, smoothing, dan creambath yang menelan biaya cukup tinggi, namun jika anda berjilbab, maka tidak perlu mengeluarkan biaya ini.

11. Menyusui ? Memberikan asi di tempat umum dengan mudah

Sadar atau tidak jika anda menggunakan jilbab dengan benar, setidaknya anda dapat memberikan asi secara leluasa ditempat umum yang mendesak. Jilbab akan secara otomatis dapat anda gunakan dalam menutupi bayi saat sedang minum asi.

12. Membuka lapangan kerja

Secara tidak langsung anda telah membantu membuka lapangan pekerjaan untuk industri fashion terutama industri kecil yang memproduksi jilbab. Industri jilbab saat ini memang sangat pesat perkembangannya, tentu kontribusi kita sebagai wanita yang menggunakan jilbab patut diapresiasi dalam membantu sebagai pengguna.

13. Cantik dengan berjilbab

Ada banyak wanita yang terlihat sangat anggun ketika menggunakan jilbab dalam kesehariannnya, perkembangan jilbab modern dalam berbagai bentuk juga sangat menunjang akan hal ini.

Jilbab dapat mendukung berbagai jenis muka baik bulat, oval, ataupun yang agak segi agar terlihat cantik dan menawan.

Selain cantik secara sendirinya, tidak sedikit pria yang mengidamkan wanita yang menggunakan jilbab. Banyak pria yang disurvei mengatakan bahwa salah satu kriteria istri yang akan dinikahi nanti adalah yang menggunakan jilbab. Sungguh memang luar biasa manfaat dari jilbab ini dari berbagai aspek kehidupan.

Manfaat Jilbab Lainnya

  1. Menyesuaikan bentuk muka
  2. Mencegah jerawat
  3. Merawat kulit kepala
  4. Mencegah hitamnya leher
  5. Mencegah bakteri masuk di daerah kepala dan leher
  6. Mencegah polutan saat berkendara
  7. Memberikan kepercayaan diri

Manfaat Menggunakan Jilbab Untuk Memperdalam Islam

Termotivasi untuk terus menuntut ilmu dan mengamalkannya kepada sesama. Ini pun juga termasuk manfaat dari penggunaan jilbab. Tanpa disadari, hati dan diri kita mendekat kepada yang maha kuasa. Untuk terus menuntut ilmu dan setelah mendapatkan ilmu tersebut dapat di ajarkan terhadap sesama muslim atau muslimah lainnya merupakan hal yang mulia oleh karena itu berhijab juga perlahan merubah sikap dan prilaku kita para wanita agar tetap terhormat.

Manfaat menggunakan jilbab bagi wanita yang berjilbab tentu dan sudah pasti terhormat dimata Allah SWT. dan tidak hanya itu mereka juga terhormat dimanapun mereka berada. Karena sesungguhnya mahkota wanita sebenarnya adalah jilbab itu sendiri. Seseorang akan menghargai wanita dimana wanita tersebut memang berhati dan berakhlak yang baik pula.

Manfaat lainnya juga terdapat dalam rohani. Saat seseorang memutuskan untuk berhijab. Maka ia akan menutup segala akses masuknya kegiatan yang berbau maksiat untuk dilakukannya. Ia akan terus beribadah pada sang khalik dan terus mendekatkan diri dan menjaga akhlaknya agar tetap mulia di hadapan Allah SWT.

Sekian dari Penjelasan tentang Manfaat Jilbab Bagi Kesehatan.

Semoga bermanfaat

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh